Hampir masing-masing orang mempunyai jam tangan. Jam
tangan/arloji mempermudah orang yang memakainya dalam menyimak waktu. Sangat
tepat guna karena dikenakan di pergelangan tangan. Di samping jam tangan,
masyarakat modern pun menggunakan jam dari telepon genggam. Namun demikian, jam
klasik laksana jam dinding masih dipakai dalam sehari-hari di lokasi kerja atau
di rumah.
Pengenalan jam tanganSama laksana jenis jam, orang yang
mengenakan jam tangan pun memiliki sekian banyak tujuan. Ada yang sebatas untuk menyimak
waktu, terdapat yang untuk mendapat
status, terdapat yang mengenakannya untuk keperluan fashion, serta ada
pun yang melakukan pembelian jam tangan guna investasi. Hal-hal tersebut
membuat euforia tersendiri di kalangan masyarakat seperti sejumlah orang yang
berpikir bahwa jam tangan yang berharga mahal adalahpengaruh dari harga
jualnya.
Di samping itu, ada pun yang suka melakukan pembelian jam
tangan baru dan ada pun yang menyenangi jam tangan purna jual (secondhand)
sebab lebih murah atau tertarik dengan historinya. Di kalangan tukang koleksi
pun ada bermacam-macam segmen. Sebagian menyenangi jam tangan yang antik/vintage,
beberapa bahkan suka mengoleksi barang-barang tiruan yang biasa dinamakan KW,
1st grade copy, AAA, replika, Japanese movement, Swiss movement, Swiss Grade,
Petaling Street, dan lain-lain. Beberapa orang pun menyukai dan/atau mengenakan
jam tangan sebab menyukai temanya (themed watches).
Begitulah cerminan sekilas tentang sekian banyak jenis orang yang mempunyai jam tangan. Jika
kita salah satunya, atau bahkan kolektor, tentunya bakal sangat tidak sedikit
yang hendak diketahui mengenai jam tangan. Ilmu tentang jam tangan (horology)
tidak sulit untuk diketahui/dipelajari. Bahkan bila sudah mengetahuinya, bukan
tidak barangkali Anda dapat mengembangkan kesenangan yang satu ini menjadi
urusan yang lebih prestisius.
Jam tangan atau arloji ialah penunjuk masa-masa yang
digunakan di pergelangan tangan manusia. Jam tangan kesatu kali diperkenalkan
pada abad ke-16. Pada saat tersebut semua jam tangan dan perangkat penunjuk
masa-masa lainnya memakai mesin penggerak mekanik manual (hand-winding). Jam
tangan tertua yang diketahui ialah jam tangan kepunyaan Ratu Inggris Elizabeth
I yang diciptakan oleh Robert Dudley pada tahun 1571. Dari abad 16 hingga mula
abad 20, jam tangan hanya dipakai oleh wanita, sementara pria memakai jam
saku.[1]
Dominasi jam tangan bermesin mekanik sekitar berabad-abad
dengan segala keindahan, kerumitan, dan kemewahannya, akhirnya tidak banyak
terganggu dengan hadirnya jam tangan bermesin elektrik yang kesatu kali
diperkenalkan pada tahun 1957 di Lancaster, Pennsylvania, Amerika Serikat oleh
Hamilton Watch Company. Penelitian arloji elektrik tersebut sebetulnya telah
dibuka sejak tahun 1946.
Eksistensi jam tangan elektrik ternyata tidak bertahan lama,
sampai Seiko dari Jepang mengenalkan jam tangan bermesin penggerak quartz
(baterai) kesatu di dunia, Seiko Astron 35SQ pada tahun 1969.[2] Kelahiran jam
tangan quartz ini dinyatakan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics
Engineers) guna masuk kedalam susunan tonggak sejarah pertumbuhan ilmu kiat
elektro dunia.[3] Jam tangan jenis ini jugalah yang lantas benar-benar merusak
hegemoni industri jam tangan mekanik Swiss.[4][5][6] Jam tangan quartz
mendominasi pasar, dipakai oleh merk-merk lain, dan menjadi mula perubahan
industri jam secara global. Jam tangan yang tadinya diproduksi dengan jumlah
yang terbatas dan eksklusif, pulang menjadi produksi massal dengan harga jual
yang lebih terjangkau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar